Diduga Kena Serangan DDoS Global, YouTube Down Serempak! Pengguna Keluhkan Tidak Bisa Akses

Diduga Kena Serangan DDoS Global, YouTube Down Serempak! Pengguna Keluhkan Tidak Bisa Akses
Diduga Kena Serangan DDoS Global, YouTube Down Serempak! Pengguna Keluhkan Tidak Bisa Akses

Tutor Gue – Platform video terbesar di dunia, YouTube, dilaporkan mengalami gangguan besar-besaran secara global pada Kamis pagi (16/10).

Ribuan pengguna di berbagai negara, termasuk Indonesia, mengeluh tidak dapat mengakses situs maupun aplikasi YouTube.

Menurut laporan dari Downdetector, lonjakan laporan pengguna terjadi pada Kamis pagi waktu Indonesia. Pengguna mengaku tidak dapat memutar video, server eror, dan aplikasi tidak merespon.

“Lebih dari 366.000 laporan gangguan pada pukul 19.55 waktu setempat (ET),” tulis data Downdetector, dikutip Kamis (16/10).

YouTube Mengakui Ada Gangguan Teknis

Melalui akun resmi X @TeamYouTube, YouTube membenarkan bahwa layanan mereka memang mengalami gangguan sementara.

“Jika tidak dapat memutar video, kami sedang menanganinya. Terima kasih atas kesabaran anda,” tulis @TeamYouTube melalui akun resmi X.

YouTube telah menyatakan bahwa sebagian besar layanan sudah kembali normal pada pukul 09.17. Pengguna sudah dapat memutar video seperti biasa.

Dugaan Serangan DDos Attack

Walaupun belum ada konfirmasi resmi, adanya dugaan gangguan ini disebabkan oleh serangan DDos (Distributed Denial of Service) yang menargetkan infrastruktur server YouTube.

Google juga belum mengonfirmasi apakah serangan siber menjadi penyebab utama dari eror massal ini.

Dampak Global

Gangguan ini dilaporkan meluas ke beberapa wilayah besar, termasuk Amerika Serikat, Eropa, Asia Tenggara, dan Australia. Layanan lain seperti YouTube Music dan YouTube TV juga sempat terdampak.

Menurut laporan Outage Report, 320.000 pengguna global melaporkan kesulitan mengakses layanan YouTube dalam waktu bersamaan.

Saat ini, pantauan di situs Down for Everyone or Just Me menunjukkan bahwa layanan YouTube telah kembali online. Sebagian besar sudah berjalan normal oleh beberapa pengguna di Indonesia.(*)

Reporter: Juliana Belence