CHILDREN ARE MIRRORS: 15 MANUFACTURES THEY WILL IMIT FROM US
Have you ever looked in the mirror and seen a reflection of yourself that looked so similar? That's the relationship between parents and children. In the eyes of children, parents are their first "library of life."They do not learn from what we instruct through words, but from what they see through our actions every day.
Here are 15 daily manners that children will quickly absorb and imitate:
1. How We Call Someone
If we call other people with polite greetings, children will learn to respect other people's existence. However, if they often hear us shouting "Wow!" or other rude calls, don't be surprised if one day they call us the same way.
2. Content of our conversation
Children's language dictionaries are a collection of the words they hear most often at home. If we get used to talking about useful things or healthy hobbies, they will have the same interests. On the other hand, if our words are full of complaints or backbiting, that's what they will absorb.
3. How to Give Orders
Do we rule like a tyrant or ask for help like a colleague? The way we direct other people will become a standard for children when they want to ask for something in the future.
4. The Power of the Word "Please"
Often we want our children to speak politely, but we ourselves forget to say the word "Please" when asking them to do something. Ask gently: "Please help, Mom," then the child will learn that asking for help doesn't have to involve shouting.
5. Manners at the Dinner Table
The dining table is a school of life. If we continue to complain about the taste of food or service, children will grow up to be individuals who find it difficult to feel satisfied. Be grateful for what is on the plate, then they will learn the meaning of qana'ah.
6. Anger Control
Children are impulsive imitators. If we are used to exploding when angry, they will think that anger is the only way to solve the problem. Our calm is a lesson in patience for them.
7. Our devotion to parents (grandparents)
Children observe how we treat our own parents. If we diligently greet, visit, and honor their grandparents, they are learning how to treat us in old age.
8. The Art of Waiting (Patience)
Children learn to be patient not from lectures, but from seeing how we remain calm when facing traffic jams or long queues. Our patience is space for them to learn to manage their ego.
9. Guard Your Mouth (Not Laser Mouth)
Language is a reflection of the soul. Don't let sharp or cursing words come out of our mouths, because they will become "bullets" that the child will later release at friends or even at ourselves.
10. Alms Smile
A house full of smiles will give birth to cheerful and optimistic children. If our face always looks gloomy or sullen, don't be surprised if your child grows up to be a sulky person who is difficult to approach.
11. Thank You Culture
Every time your child does a small good thing, say thank you. This is not just appreciation, but the most effective way to teach them how to sincerely appreciate others.
12. Courage to Apologize
Many parents feel their self-esteem falls if they apologize to their children. In fact, when we admit mistakes and apologize to our children, we are teaching them the qualities of chivalry and humility.
13. Listening Manners
Don't let your cell phone get in the way of communication. When your child speaks, look him in the eye and listen. If we listen to them in passing, they will learn not to appreciate when we are talking.
14. Response Speed (Calls)
How we respond when called is how children will respond to our calls. Get used to responding gently and immediately, so that they don't become someone who is "hard to call".
15. Avoid "Tantrums"
If we often throw tantrums when our desires are not fulfilled, children will legalize "tantrums" or throw tantrums in public places to get what they want. Our self-control is their limit.
CONCLUSION
Children may not be good at listening to our advice, but they never fail to imitate our actions. Being a parent is not about demanding that children be perfect, but about setting ourselves up to be good role models.
Because, in the end, it's not the child's fault if they are uncivilized, maybe they are just showing us who we really are.
Wallahu A'lam.
Share this article if you think it is useful for parents out there. Write in the comments column, which point number do you think is the most challenging to put into practice?
ANAK ADALAH CERMIN: 15 ADAB YANG AKAN MEREKA TIRU DARI KITA
Pernahkah Anda bercermin dan melihat pantulan diri yang begitu mirip? Begitulah hubungan antara orang tua dan anak. Di mata anak-anak, orang tua adalah "perpustakaan kehidupan" pertama mereka. Mereka tidak belajar dari apa yang kita instruksikan melalui kata-kata, melainkan dari apa yang mereka lihat melalui perbuatan kita setiap harinya.
Berikut adalah 15 adab harian yang akan sangat cepat diserap dan ditiru oleh anak-anak:
1. Cara Kita Memanggil Seseorang
Jika kita memanggil orang lain dengan sapaan yang santun, anak akan belajar menghormati keberadaan orang lain. Namun, jika mereka sering mendengar kita berteriak "Woi!" atau panggilan kasar lainnya, jangan terkejut jika suatu saat mereka memanggil kita dengan cara yang sama.
2. Isi Pembicaraan Kita
Kamus bahasa anak adalah kumpulan kata-kata yang paling sering mereka dengar di rumah. Jika kita terbiasa membicarakan hal-hal bermanfaat atau hobi yang sehat, mereka akan memiliki minat yang sama. Sebaliknya, jika lisan kita penuh keluhan atau ghibah, itulah yang akan mereka serap.
3. Cara Memberi Perintah
Apakah kita memerintah seperti seorang tiran atau meminta tolong layaknya rekan? Cara kita mengarahkan orang lain akan menjadi standar bagi anak saat mereka ingin meminta sesuatu di kemudian hari.
4. Kekuatan Kata "Tolong"
Seringkali kita ingin anak bicara sopan, tapi kita sendiri lupa mengucap kata "Tolong" saat meminta mereka melakukan sesuatu. Mintalah dengan lembut: "Tolong bantu Bunda, ya," maka anak akan belajar bahwa meminta bantuan tidak harus dengan membentak.
5. Adab di Meja Makan
Meja makan adalah sekolah kehidupan. Jika kita terus mengeluh soal rasa makanan atau pelayanan, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang sulit merasa puas. Syukuri apa yang ada di piring, maka mereka akan belajar arti qana’ah.
6. Pengendalian Amarah
Anak adalah peniru yang impulsif. Jika kita terbiasa meledak-ledak saat marah, mereka akan menganggap bahwa kemarahan adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah. Ketenangan kita adalah pelajaran kesabaran bagi mereka.
7. Bakti Kita kepada Orang Tua (Kakek-Nenek)
Anak-anak mengamati bagaimana kita memperlakukan orang tua kita sendiri. Jika kita rajin menyapa, menjenguk, dan memuliakan kakek-nenek mereka, mereka sedang belajar bagaimana cara memperlakukan kita di masa tua nanti.
8. Seni Menunggu (Kesabaran)
Anak belajar bersabar bukan dari ceramah, tapi dari melihat bagaimana kita tetap tenang saat menghadapi kemacetan atau antrean panjang. Kesabaran kita adalah ruang bagi mereka untuk belajar mengelola ego.
9. Menjaga Lisan (Bukan Mulut Laser)
Bahasa adalah cerminan jiwa. Jangan biarkan kata-kata tajam atau makian keluar dari mulut kita, karena itu akan menjadi "peluru" yang nantinya dilepaskan anak kepada teman atau bahkan kepada kita sendiri.
10. Sedekah Senyuman
Rumah yang penuh senyum akan melahirkan anak-anak yang ceria dan optimis. Jika wajah kita selalu tampak murung atau cemberut, jangan heran jika anak tumbuh menjadi pribadi yang perajuk dan sulit didekati.
11. Budaya Terima Kasih
Setiap kali anak melakukan hal kecil yang baik, ucapkan terima kasih. Ini bukan sekadar penghargaan, tapi cara paling efektif untuk mengajari mereka cara menghargai orang lain secara tulus.
12. Keberanian Meminta Maaf
Banyak orang tua merasa harga dirinya jatuh jika meminta maaf kepada anak. Padahal, saat kita mengakui kesalahan dan meminta maaf pada anak, kita sedang mengajarkan mereka sifat ksatria dan rendah hati.
13. Adab Mendengarkan
Jangan biarkan ponsel menghalangi komunikasi. Saat anak berbicara, tatap matanya dan dengarkan. Jika kita mendengarkan mereka sambil lalu, mereka pun akan belajar untuk tidak menghargai saat kita sedang berbicara.
14. Kecepatan Merespons (Panggilan)
Bagaimana kita merespons saat dipanggil, itulah cara anak akan merespons panggilan kita. Biasakan untuk menyahut dengan lembut dan segera, agar mereka tidak menjadi pribadi yang "sulit dipanggil".
15. Menghindari "Amukan" (Tantrum)
Jika kita sering mengamuk saat keinginan tidak terpenuhi, anak akan melegalkan aksi "tantrum" atau mengamuk di tempat umum demi mendapatkan apa yang mereka mau. Kendali diri kita adalah batas bagi mereka.
KESIMPULAN
Anak-anak mungkin tidak pandai mendengar nasihat kita, tapi mereka tidak pernah gagal dalam meniru tindakan kita. Menjadi orang tua bukan tentang menuntut anak menjadi sempurna, tapi tentang memantaskan diri kita untuk menjadi teladan yang baik.
Sebab, pada akhirnya, bukan salah anak jika mereka tidak beradab, mungkin mereka hanya sedang menunjukkan siapa diri kita yang sebenarnya.
Wallahu A'lam.
Bagikan tulisan ini jika menurutmu bermanfaat untuk para orang tua di luar sana. Tulis di kolom komentar, poin nomor berapa yang menurutmu paling menantang untuk dipraktikkan?
