Chrome Diperkuat AI Gemini, Google Perluas Peran Peramban Web

Google membekali peramban Chrome dengan berbagai kemampuan baru berbasis kecerdasan buatan (AI). (Foto: Reuters/Charles Platiau)
Google membekali peramban Chrome dengan berbagai kemampuan baru berbasis kecerdasan buatan (AI). (Foto: Reuters/Charles Platiau)

Chrome Diperkuat AI Gemini, Google Perluas Peran Peramban Web

Google membekali peramban Chrome dengan berbagai kemampuan baru berbasis kecerdasan buatan (AI).

 
Google membekali peramban Chrome dengan berbagai kemampuan baru berbasis kecerdasan buatan (AI). (Foto: Reuters/Charles Platiau)
Google membekali peramban Chrome dengan berbagai kemampuan baru berbasis kecerdasan buatan (AI). (Foto: Reuters/Charles Platiau)

Google resmi menanamkan kecerdasan buatan Gemini

 langsung ke browser Chrome untuk perangkat MacOS, Windows, dan Chrome Plus. Integrasi ini membawa sejumlah fitur AI baru yang dirancang untuk membantu pengguna menjelajah web yang dibangun di atas model Gemini 3.

"Kami memperkenalkan pembaruan besar untuk Gemini di Chrome untuk MacOS, Windows, dan Chromebook Plus yang membantu Anda memaksimalkan pengalaman browsing di web. Dibangun di atas Gemini 3, model kecerdasan buatan (AI) tercanggih kami, kami mengintegrasikan fitur AI baru yang kuat di Chrome yang membantu Anda melakukan multitasking di seluruh web dengan pengalaman panel samping yang baru," tulis Parisa Tabriz, Vice President Chrome di laman blog Google.

Dengan kehadiran Gemini, Chrome disebut bukan lagi sekadar alat penjelajah web, tetapi juga asisten digital yang bisa membantu mencari informasi, merangkum konten, hingga menyelesaikan tugas-tugas kompleks lintas aplikasi.

Salah satu pembaruan utama adalah hadirnya side panel Gemini. Fitur ini memungkinkan pengguna tetap membuka pekerjaan utama di satu tab, sambil menjalankan tugas lain melalui panel samping.

Melalui side panel, Gemini dapat membantu membandingkan informasi dari banyak tab sekaligus, merangkum ulasan produk dari berbagai situs, hingga membantu mencocokkan jadwal di kalender yang padat. Pendekatan ini dirancang agar multitasking bisa dilakukan tanpa harus bolak-balik berpindah tab.

Edit gambar langsung di Web

Google juga membawa kemampuan kreatif Nano Banana ke dalam Chrome. Fitur ini memungkinkan pengguna mengedit dan mentransformasi gambar langsung dari halaman web, tanpa perlu mengunduh atau membuka aplikasi lain.

Pengguna hanya cukup mengetik perintah di side panel Gemini, pengguna bisa mengubah visual menjadi infografis, mencari inspirasi desain interior, atau memproses gambar untuk kebutuhan riset dan presentasi.

Terhubung langsung dengan Gmail

Gemini di Chrome mendukung Connected Apps, yang menghubungkan AI dengan berbagai layanan Google seperti Gmail, Calendar, YouTube, Maps, Google Shopping, dan Google Flights.

Sebagai contoh, saat merencanakan perjalanan dinas, Gemini bisa mencari email lama berisi detail acara, mencocokkan dengan data penerbangan, lalu menyusun draf email untuk memberi tahu rekan kerja soal waktu kedatangan. Integrasi ini bisa diaktifkan atau dinonaktifkan melalui menu pengaturan Gemini.

Personal Intelligence

Dalam beberapa bulan ke depan, Google juga akan menghadirkan Personal Intelligence ke Chrome. Fitur ini memungkinkan Gemini mengingat konteks dari percakapan sebelumnya agar bisa memberikan respons yang lebih relevan dan personal.

Pengguna tetap memiliki kendali penuh, termasuk memilih aplikasi apa saja yang boleh terhubung dan memutuskan koneksi kapan pun. Dengan Personal Intelligence, Chrome diposisikan sebagai mitra digital yang memahami kebiasaan dan kebutuhan penggunanya.

Auto Browse

Chrome kini juga melangkah lebih jauh dari sekadar autofill. Untuk pelanggan AI Pro dan Ultra di Amerika Serikat (AS), Google memperkenalkan Chrome auto browse, fitur agentic AI yang mampu menjalankan tugas multi-langkah secara otomatis.

Auto browse dapat membantu merencanakan liburan dengan membandingkan harga hotel dan tiket pesawat, mengisi formulir online, mengatur janji temu, mengumpulkan dokumen pajak, hingga mengelola langganan

Dengan kemampuan multimodal Gemini, auto browse bahkan bisa mengenali objek dari sebuah foto, mencari produk serupa, lalu memasukkannya ke keranjang belanja sesuai anggaran.

Ke depan, Chrome juga akan mendukung Universal Commerce Protocol (UCP), standar terbuka baru yang memungkinkan agen AI melakukan transaksi secara mulus di berbagai platform e-commerce.

Google menegaskan bahwa Gemini di Chrome dirancang dengan standar keamanan yang ketat. Untuk aksi sensitif seperti pembelian atau unggahan ke media sosial, auto browse akan berhenti dan meminta konfirmasi pengguna.

Dengan rangkaian fitur ini, Google menandai langkah awal menuju konsep agentic web, di mana browser tidak hanya menampilkan informasi, tetapi juga aktif membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan digital dengan lebih efisien.

Google membekali peramban Chrome dengan berbagai kemampuan baru berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk pengolahan gambar dan asisten virtual.

Dilansir AP News, Minggu (1/2), fitur terbaru ini mencakup akses ke alat pembuatan dan pengeditan gambar berbasis AI milik Google, Nano Banana, bagi pengguna Chrome yang masuk melalui komputer desktop.

Perluasan akses Nano Banana lewat peramban web terpopuler ini berpotensi makin mengaburkan batas antara gambar dunia nyata dengan gambar hasil rekayasa AI.

Selain itu, Google juga menambahkan opsi panel samping di Chrome yang memungkinkan asisten bertenaga AI membantu berbagai tugas tanpa mengganggu aktivitas daring utama pengguna.

Pelanggan layanan Google AI Pro dan Ultra bisa mengaktifkan fitur penjelajahan otomatis yang memungkinkan AI masuk ke situs web, berbelanja produk sesuai perintah, serta menyiapkan unggahan media sosial.

Meski demikian, pengguna tetap harus menyelesaikan transaksi pembelian secara manual dari keranjang belanja yang telah disiapkan AI dan memberikan persetujuan akhir atas draf unggahan media sosial.

Kemampuan AI di Chrome didukung model Gemini 3 yang dirilis Google pada akhir tahun lalu.

Model ini telah terintegrasi ke berbagai layanan Google dan berkontribusi pada pencapaian perusahaan induknya, Alphabet.

Sebelumnya, Google juga memanfaatkan Gemini untuk menambahkan lebih banyak fitur AI ke Gmail.

Teknologi serupa diterapkan pada mesin pencari Google guna memberikan jawaban yang lebih relevan dan disesuaikan dengan kebiasaan serta preferensi pengguna. (*)