Punya Harta Rp. 14.387 Triliun, Elon Musk Mengaku Tak Bahagia Jadi Orang Terkaya Dunia
Indonesia paling bahagia, Elon Musk?
ELON MUSK mengaku tidak merasa bahagia meski dinobatkan menjadi orang terkaya di bumi dengan total kekayaan 852 miliar dollar AS (sekitar Rp 14.387 triliun).
Bos Tesla dan SpaceX itu secara terbuka mengungkapkan perasaannya lewat media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter sebelum ia membelinya sekitar 44 miliar dollar AS (sekitar Rp 743 triliun) pada 2022.
“Siapa pun yang mengatakan ‘uang tidak bisa membeli kebahagiaan’ benar-benar tahu apa yang mereka bicarakan,” tulis Musk dalam unggahannya, disertai emoji wajah sedih pada Rabu (4/2/2026).
Unggahan tersebut langsung memicu beragam reaksi dari warganet, mulai dari simpati hingga sindiran pedas.
REAKSI PUBLIK
Respons yang muncul di kolom balasan sangat beragam. Sebagian pengguna menunjukkan simpati, sementara yang lain justru menyindir miliarder tersebut dan menyarankan agar ia mencari pelipur lara melalui agama atau kegiatan filantropi.
“Tapi uang jelas memberimu keunggulan sejak awal,” tulis akun bernama Charmane Harbert, menanggapi hubungan antara kekayaan dan kebahagiaan.
Ia menambahkan sindiran tajam, “Apakah kamu khawatir tentang bagaimana menjaga atap tetap ada di atas kepala anak-anakmu? Tidak? Maka berhentilah merajuk dan hitunglah berkahmu.”
KEKAYAAN FANTASTIS MUSK
Menurut laporan Forbes, Selasa (3/2/2026), kekayaan bersih Musk tercatat mencapai 852 miliar dollar AS.
Selain itu, pada akhir tahun lalu, para pemegang saham Tesla menyetujui paket kompensasi berbasis kinerja untuknya sebagai CEO yang nilainya bisa mencapai 1 triliun dollar AS (Rp 16.887 triliun).
Dengan kekayaan sebesar itu, Musk memiliki keleluasaan untuk mendanai berbagai ambisi besarnya. Ia diketahui ingin mewujudkan kolonisasi Mars, memberikan kontribusi politik dalam jumlah besar kepada tokoh seperti Presiden AS Donald Trump, serta tidak mengalami tekanan finansial meski memiliki lebih dari selusin anak.
KERAJAAN BISNIS YANG LUAS
Portofolio bisnis Musk mencakup produsen mobil listrik Tesla, perusahaan rintisan kecerdasan buatan xAI, serta perusahaan antariksa SpaceX.
Kombinasi bisnis teknologi, otomotif, dan luar angkasa inilah yang menopang posisinya sebagai salah satu orang paling berpengaruh sekaligus terkaya di dunia.
Namun dari pengakuannya sendiri, limpahan harta dan pencapaian ambisius itu ternyata belum cukup untuk menghadirkan kebahagiaan pribadi.
Sumber : Kompas.com